LCL dapat dipertimbangkan saat Anda membutuhkan sebagian ruang container bersama kiriman lain. FCL dapat dipertimbangkan saat Anda membutuhkan penggunaan satu container secara eksklusif. Pilihannya perlu mempertimbangkan volume setelah packing, berat, karakter barang, rute, dan biaya total.
Langkah awalnya adalah memahami cara menghitung volume barang cargo. Catatan jumlah kardus saja belum cukup karena sepuluh kardus kecil membutuhkan ruang berbeda dari sepuluh kardus berukuran besar.
Hasil pengukuran membantu Anda meminta perbandingan layanan dengan data yang sama. Namun, volume tertentu tidak otomatis menetapkan pilihan LCL atau FCL.
Apa Perbedaan Pengiriman LCL dan FCL?

LCL merupakan singkatan dari Less-than-Container Load. Dalam skema ini, beberapa pengirim berbagi ruang satu container. Penyedia layanan menggabungkan kiriman dan memisahkannya kembali sesuai tujuan pengiriman.
FCL merupakan singkatan dari Full-Container Load. Satu pengirim memesan penggunaan container secara eksklusif. Container tersebut tidak selalu harus terisi penuh agar pengiriman menggunakan skema FCL. Penjelasan Maersk tentang LCL dan FCL membedakan kedua layanan berdasarkan penggunaan ruang bersama dan pemesanan satu container.
Perbedaan ini menjadi dasar pembahasan layanan. Ketentuan penerimaan barang, biaya, dan proses pengiriman tetap mengikuti operator serta rute yang dipilih.
Mengapa Volume Barang Penting dalam Memilih LCL atau FCL?
Volume menunjukkan besarnya ruang fisik barang. Penyedia layanan membutuhkan informasi tersebut untuk menilai kebutuhan muat dan menyusun estimasi pengiriman.
Ukur barang setelah packing, bukan hanya produk tanpa kemasan. Pallet, peti, bantalan, dan pelindung tambahan dapat mengubah ukuran kiriman. Mengabaikan perubahan ini membuat data awal berbeda dari barang yang akhirnya Anda serahkan.
Volume juga perlu dibaca bersama karakter barang. Dua kiriman dengan volume sama belum tentu membutuhkan pengaturan ruang yang sama apabila salah satunya tidak boleh ditumpuk atau memiliki bentuk tidak beraturan.
Cara Menghitung Volume Barang untuk Pengiriman Cargo Laut
Gunakan meter kubik atau CBM, singkatan dari cubic metre, untuk mencatat volume fisik. Perhitungan berikut memakai ukuran luar kemasan berbentuk balok.
1. Ukur panjang, lebar, dan tinggi barang setelah dikemas
Ukur dari bagian terluar kemasan, termasuk pallet atau bagian yang menonjol. Catat satuan pada setiap ukuran agar sentimeter tidak tercampur dengan meter.
Untuk banyak koli, beri nomor kemasan dan tuliskan ukurannya masing-masing. Jangan menganggap semua kardus seragam apabila ukuran luarnya berbeda.
Barang dengan bentuk tidak beraturan membutuhkan penjelasan tambahan. Kirim foto dan ukuran bagian terluar agar operator dapat menentukan metode pengukuran yang berlaku.
2. Hitung volume barang dalam meter kubik (CBM)
Rumus volume kemasan berbentuk balok adalah:
Volume = panjang × lebar × tinggi dalam meter.
Misalnya, satu koli memiliki ukuran luar 100 × 80 × 60 cm. Ubah menjadi 1 × 0,8 × 0,6 meter, sehingga volumenya:
1 × 0,8 × 0,6 = 0,48 CBM.
Jika memakai sentimeter, hasil perkalian panjang, lebar, dan tinggi dibagi 1.000.000 untuk mengubah sentimeter kubik menjadi meter kubik.
3. Jumlahkan volume seluruh koli
Kalikan volume per koli dengan jumlahnya jika seluruh ukuran sama. Untuk ukuran berbeda, hitung setiap kelompok secara terpisah lalu jumlahkan.
Sebagai contoh, enam koli berukuran sama menghasilkan 6 × 0,48 = 2,88 CBM. Jika ada kelompok lain, tambahkan volume kelompok tersebut pada total.
Simpan catatan per koli. Angka total saja menyulitkan pemeriksaan ketika jumlah kemasan atau ukuran berubah setelah packing.
4. Periksa pengaruh kemasan dan karakter barang terhadap ruang muat
Periksa kembali apakah ukuran sudah mencakup seluruh perlindungan tambahan. Catat barang yang tidak boleh ditumpuk, harus berada pada posisi tertentu, atau mempunyai bagian rentan.
Volume geometris tidak selalu menggambarkan seluruh kebutuhan ruang operasional. Operator perlu menilai cara penempatan barang dan ketentuan pengukuran sebelum menetapkan dasar penagihan.
CBM juga berbeda dari berat volumetrik. CBM menyatakan ruang dalam meter kubik, sedangkan berat volumetrik menghasilkan nilai berat untuk perhitungan tarif menurut formula layanan. Jangan menggunakan faktor pembagi dari layanan lain tanpa konfirmasi.
Perbandingan LCL dan FCL Berdasarkan Kebutuhan Pengiriman

Tabel berikut membantu menyusun pertanyaan saat membandingkan penawaran.
| Aspek | LCL | FCL |
|---|---|---|
| Penggunaan container | Berbagi ruang dengan kiriman pengirim lain | Penggunaan satu container secara eksklusif |
| Volume | Memesan sebagian ruang | Memesan satu container; tidak selalu penuh |
| Penanganan | Melibatkan penggabungan dan pemisahan kiriman | Tidak memerlukan konsolidasi dengan kiriman pengirim lain dalam container yang dipesan |
| Biaya | Konfirmasikan dasar tarif, minimum, dan biaya penanganan | Konfirmasikan biaya container serta komponen layanan lainnya |
| Kondisi pemilihan | Layak dibandingkan untuk kiriman yang tidak membutuhkan satu container sendiri | Layak dibandingkan ketika penggunaan eksklusif relevan dengan kebutuhan barang |
FCL tetap memerlukan pemuatan, pembongkaran, dan penanganan sesuai cakupan layanan. Penggunaan eksklusif tidak berarti barang bebas dari seluruh proses handling.
Perbedaan proses tersebut bukan jaminan bahwa satu layanan selalu lebih cepat atau lebih ekonomis. Gunakan penawaran aktual dengan cakupan layanan yang sebanding.
Contoh Perhitungan Volume untuk Mempertimbangkan LCL atau FCL
Sebagai ilustrasi hipotetis, sebuah toko akan mengirim sepuluh koli. Masing-masing berukuran 100 × 80 × 60 cm setelah packing.
| Komponen | Perhitungan |
|---|---|
| Volume satu koli | 1 × 0,8 × 0,6 = 0,48 CBM |
| Jumlah koli | 10 |
| Volume total | 10 × 0,48 = 4,8 CBM |
Pemilik toko dapat menggunakan angka 4,8 CBM untuk meminta estimasi LCL. Jika ada alasan membutuhkan container eksklusif, ia juga dapat meminta pembanding FCL pada rute yang sama.
Jangan langsung menyimpulkan pilihan dari angka tersebut. Lengkapi berat aktual, kemampuan ditumpuk, nilai barang, serta kebutuhan penanganan.
Apabila packing tambahan mengubah ukuran, hitung ulang sebelum menyetujui penawaran. Simulasi ini menjelaskan volume fisik, bukan estimasi tarif atau keputusan bahwa kiriman pasti memenuhi layanan tertentu.
Faktor Selain Volume yang Perlu Diperhatikan

Gunakan faktor berikut untuk menilai kesesuaian pengiriman:
- Berat aktual: sampaikan berat total dan berat per koli, terutama jika ada satu kemasan yang berat.
- Dimensi individual: barang panjang atau lebar perlu pemeriksaan walaupun total CBM terlihat kecil.
- Karakter barang: jelaskan bagian rapuh, kebutuhan posisi, dan larangan tumpukan.
- Rute dan jadwal: periksa ketersediaan layanan pada asal serta tujuan yang sama.
- Packing dan handling: tanyakan kebutuhan pallet, peti, alat bantu, dan tenaga pemuatan.
- Biaya total: bandingkan cakupan pickup, pengiriman, penanganan, dan pengantaran akhir.
- Kesiapan penerima: pastikan lokasi tujuan dapat menerima barang dan menyediakan kebutuhan bongkar yang disepakati.
Untuk membandingkan pilihan layanan cargo laut, gunakan satu daftar barang yang sama. Insan Cargo menyediakan konsultasi opsi layanan berdasarkan rute dan kebutuhan pengiriman. Ketersediaan untuk kiriman tertentu tetap perlu dikonfirmasi.
Informasi yang Perlu Disiapkan Sebelum Meminta Estimasi Cargo Laut
Siapkan daftar barang dalam format sederhana: nomor koli, isi, ukuran luar, berat, dan catatan penanganan. Tambahkan foto untuk menunjukkan bentuk serta kondisi packing.
Sampaikan pula kota asal, kota tujuan, alamat pickup, alamat penerima, tanggal barang siap, dan kebutuhan pengantaran. Informasi ini membantu penyedia membahas cakupan layanan yang Anda perlukan.
Minta penawaran menjelaskan hal berikut:
- Dasar perhitungan serta minimum penagihan.
- Komponen biaya yang termasuk dan belum termasuk.
- Ketentuan barang yang tidak boleh ditumpuk.
- Jadwal, estimasi, dan titik awal perhitungan waktu.
- Tanggung jawab pemuatan serta pembongkaran.
Penawaran dengan harga lebih rendah belum tentu memiliki cakupan yang sama. Periksa seluruh komponen sebelum membandingkan nominal akhirnya.
Konsultasikan Pilihan LCL atau FCL dengan Insan Cargo
Mulailah dengan mengukur kemasan, menjumlahkan CBM, dan mencatat berat setiap koli. Setelah itu, bandingkan layanan berdasarkan kebutuhan barang serta penawaran total, bukan jumlah kardus saja.
Hubungi Insan Cargo melalui tombol WhatsApp di pojok kanan bawah website jika tersedia pada perangkat Anda. Jika tombol tidak muncul, gunakan informasi kontak resmi di website. Kirimkan daftar ukuran, berat, jumlah koli, foto barang, dan rute tujuan.
Minta tim memeriksa pilihan LCL atau FCL yang tersedia beserta ketentuannya. Data barang yang lengkap menjadi dasar untuk membahas layanan yang sesuai sebelum pengiriman disepakati.



