AWB Adalah Apa? Fungsi, Isi, dan Cara Melacaknya

insancargo

AWB Adalah Apa? Fungsi, Isi, dan Cara Melacaknya

AWB adalah singkatan dari Air Waybill, yaitu dokumen pengangkutan barang melalui jalur udara yang menjadi bukti perjanjian pengangkutan antara pengirim cargo dan pengangkut. Di Indonesia, dokumen ini dikenal sebagai Surat Muatan Udara (SMU).

Dalam pengiriman cargo udara, AWB digunakan untuk mencatat identitas pengirim, penerima, rute, dan informasi muatan. Nomor AWB juga dapat digunakan sebagai referensi pelacakan pengiriman melalui sistem yang disediakan pengangkut.

Namun, AWB berbeda dari nomor resi paket biasa dan tidak otomatis menunjukkan bahwa barang sudah diterbangkan. Memahami fungsi serta cara membaca dokumennya membantu pengirim menghindari kesalahan administrasi.

Apa Itu AWB dalam Pengiriman Barang?

Petugas berseragam merah PiK Logistik meninjau berkas sebagai ilustrasi pemeriksaan dokumen AWB.
Ilustrasi pemeriksaan dokumen pengiriman; keberadaan AWB tidak otomatis menunjukkan barang sudah diterbangkan.

Air Waybill merupakan dokumen pengangkutan yang digunakan dalam kegiatan pengiriman cargo udara. Dokumen ini mencatat informasi pengiriman dan menjadi bukti hubungan pengangkutan antara pihak pengirim dan pengangkut.

Menurut International Air Transport Association (IATA), AWB merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan kontrak pengangkutan udara.

Dalam peraturan Indonesia, Surat Muatan Udara juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Pasal 155 menjelaskan informasi minimum yang perlu dicantumkan dan fungsi penyerahan dokumen sebagai bukti penerimaan cargo.

AWB umumnya bersifat non-negotiable, artinya tidak digunakan sebagai dokumen kepemilikan yang dapat dialihkan melalui endorsement seperti jenis Bill of Lading tertentu.

Apa Saja Fungsi Air Waybill?

AWB memiliki sejumlah fungsi dalam administrasi pengiriman melalui pesawat.

  • Bukti kontrak pengangkutan: mencatat hubungan dan ketentuan pengangkutan antara pihak terkait.
  • Bukti penerimaan cargo: mendukung pencatatan barang yang telah diterima pengangkut sesuai keterangan dokumen.
  • Identifikasi pengiriman: menghubungkan data barang dengan pengirim, penerima, dan rute transportasi.
  • Referensi pelacakan: nomor AWB dapat digunakan untuk memeriksa perkembangan pengiriman pada sistem yang mendukungnya.
  • Dokumen pendukung administrasi: dapat digunakan bersama dokumen lain sesuai kebutuhan operasional dan kepabeanan.

AWB bukan jaminan bahwa seluruh isi kemasan telah diperiksa satu per satu. Dokumen tersebut juga tidak menggantikan polis asuransi, invoice, atau dokumen lain yang diwajibkan dalam suatu pengiriman.

Informasi yang Tercantum pada AWB

Lembaran dokumen berkolom dalam map di dekat kardus dan pena, dengan isi tulisan diburamkan.
Ilustrasi dokumen pengiriman, bukan formulir AWB autentik. Periksa data pihak terkait, rute, dan muatan pada dokumen sebenarnya.

Informasi AWB perlu diperiksa sebelum barang diberangkatkan agar identitas dan data muatan tidak keliru.

InformasiKeterangan
AWB NumberNomor identifikasi dokumen
ShipperNama dan alamat pengirim
ConsigneeNama dan alamat penerima
CarrierPihak pengangkut
Airport of DepartureBandara keberangkatan
Airport of DestinationBandara tujuan
Description of GoodsJenis atau uraian barang
PiecesJumlah koli atau kemasan
Gross WeightBerat kotor muatan
DimensionsUkuran barang jika dicatat dalam dokumen terkait
ChargesInformasi biaya menurut format dan ketentuan pengangkut

Dokumen juga dapat memuat tanggal, tempat penerbitan, rute lanjutan, serta keterangan penanganan khusus.

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Pasal 155, data minimum Surat Muatan Udara mencakup pihak terkait, asal dan tujuan, jumlah, kemasan, ukuran atau berat, jenis cargo, serta pernyataan ketentuan pengangkutan.

Perbedaan AWB dan Nomor Resi Pengiriman

Air Waybill sering disamakan dengan resi karena keduanya dapat memiliki nomor identifikasi pengiriman.

Namun, fungsi keduanya tidak selalu sama.

AspekAir WaybillNomor resi paket
PenggunaanDokumen pengangkutan udaraIdentitas pengiriman dalam sistem operator
Fungsi utamaKontrak, pencatatan, dan bukti pengangkutanIdentifikasi serta pelacakan kiriman
Moda transportasiCargo udaraDapat digunakan dalam berbagai moda
PenerbitanMengikuti prosedur dokumen angkutan udaraMengikuti sistem perusahaan pengiriman
PelacakanMelalui nomor AWB jika didukungMelalui nomor resi operator

Dalam praktiknya, perusahaan kurir tertentu juga menggunakan istilah AWB untuk nomor resi. Karena itu, pastikan apakah nomor yang diterima merupakan nomor dokumen angkutan udara atau identitas pelacakan internal.

Mengenal Master AWB dan House AWB

Pada pengiriman cargo udara yang melibatkan freight forwarder, dua istilah yang dapat ditemukan adalah Master Air Waybill (MAWB) dan House Air Waybill (HAWB).

Master Air Waybill diterbitkan dalam hubungan pengangkutan antara maskapai dan pihak yang tercatat sebagai pengirim pada dokumen tersebut, misalnya freight forwarder.

House Air Waybill diterbitkan oleh freight forwarder kepada pelanggannya dalam hubungan pengiriman yang dikelola.

Keduanya dapat berkaitan dengan satu rangkaian pengiriman, tetapi memiliki nomor serta pihak-pihak yang tercatat berbeda.

Karena itu, saat meminta informasi pelacakan, pastikan nomor mana yang digunakan oleh maskapai atau penyedia jasa pengiriman.

Tidak setiap pengiriman cargo harus melibatkan struktur HAWB dan MAWB secara bersamaan.

Apa Perbedaan AWB dan Bill of Lading?

AWB digunakan dalam pengangkutan udara, sedangkan Bill of Lading (B/L) digunakan dalam konteks pengangkutan laut.

Keduanya menjadi dokumen penting dalam pencatatan barang dan hubungan pengangkutan. Namun, ada perbedaan mendasar pada sifat dokumennya.

AWB umumnya tidak dapat dinegosiasikan sebagai dokumen hak atas barang. Sebaliknya, jenis B/L tertentu dapat berfungsi sebagai document of title dan dialihkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Prosedur penerimaan maupun penyerahan barang juga berbeda. Persyaratan dokumen pengiriman laut tidak boleh langsung diterapkan pada cargo udara tanpa pemeriksaan.

Apa Itu e-AWB?

e-AWB atau electronic Air Waybill merupakan penggunaan kontrak pengangkutan udara secara elektronik sebagai pengganti proses AWB kertas sesuai persyaratan yang berlaku.

IATA mengembangkan inisiatif e-AWB sebagai bagian dari digitalisasi dokumen dalam pengiriman cargo udara.

Penggunaan e-AWB dapat membantu pertukaran informasi secara elektronik antara pihak pengangkutan. Namun, penerapannya mengikuti kesiapan sistem, kesepakatan, dan persyaratan operator serta rute.

Dengan demikian, tidak semua pengiriman dapat diasumsikan menggunakan prosedur e-AWB yang sama.

Bagaimana Cara Melacak Pengiriman dengan Nomor AWB?

Perempuan berhijab merah muda memegang lembar referensi sambil melihat informasi pada laptop.
Ilustrasi: gunakan nomor referensi yang sesuai dan periksa waktu pembaruan status melalui sistem operator terkait.

Nomor AWB dapat menjadi referensi untuk memeriksa perkembangan cargo udara melalui sistem pengangkut yang mendukung layanan pelacakan.

Langkah yang dapat dilakukan adalah:

  1. Periksa nomor AWB pada dokumen atau informasi pengiriman.
  2. Pastikan nama maskapai atau operator yang menangani pengangkutan.
  3. Buka halaman pelacakan resmi operator terkait.
  4. Masukkan nomor sesuai format yang diminta.
  5. Periksa waktu pembaruan serta status yang ditampilkan.
  6. Hubungi penyedia jasa apabila informasi belum tersedia atau membutuhkan konfirmasi.

Status pelacakan tidak selalu diperbarui secara langsung setiap kali barang berpindah lokasi. Informasi bahwa cargo telah tiba di bandara juga belum tentu berarti barang siap diambil atau sudah diterima penerima akhir.

Jika pengiriman melibatkan jasa ekspedisi, tanyakan apakah pelacakan dilakukan melalui nomor AWB maskapai atau nomor referensi internal ekspedisi.

Kesalahan AWB yang Perlu Dihindari

Data yang tidak sesuai dapat menimbulkan kendala pemeriksaan dokumen dan koordinasi pengiriman.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:

  • Nama atau alamat penerima tidak sesuai.
  • Jumlah koli berbeda dari barang yang diserahkan.
  • Berat atau ukuran belum diperbarui setelah packing.
  • Uraian barang terlalu umum atau tidak sesuai isi muatan.
  • Rute pengiriman tidak sesuai kebutuhan.
  • Informasi barang yang memerlukan penanganan khusus tidak disampaikan.

Untuk pengiriman barang dengan baterai, cairan, atau karakter khusus, persyaratan penerbangan perlu diperiksa sebelum barang diterima.

Sebagai referensi persiapan, baca panduan pengiriman perlengkapan event lewat udara yang membahas pemeriksaan jenis barang, identitas koli, dan kesiapan penerima.

Apakah Semua Cargo Udara Membutuhkan AWB?

Dokumen angkutan udara merupakan bagian penting dalam pengangkutan cargo melalui maskapai. Namun, pelanggan ekspedisi tidak selalu menerima dokumen maskapai secara langsung.

Dalam beberapa skema pengiriman, pelanggan dapat memperoleh tanda terima atau referensi pengiriman dari penyedia jasa yang mengatur proses pengangkutan.

Karena itu, tanyakan dokumen apa yang diberikan kepada pelanggan, siapa pengangkutnya, dan nomor referensi mana yang digunakan untuk pelacakan.

Sebelum mengirim barang, periksa juga persyaratan pada halaman layanan cargo udara Insan Cargo.

Persiapkan Dokumen Sebelum Mengirim Cargo Udara

Memahami AWB membantu pengirim memeriksa informasi barang dan mengetahui dokumen yang digunakan dalam pengangkutan udara.

Sebelum berkonsultasi, siapkan jenis barang, berat, dimensi setelah packing, jumlah koli, kota asal, tujuan, serta kebutuhan waktu pengiriman.

Insan Cargo melayani pengiriman melalui jalur udara sesuai ketentuan rute, maskapai, kelayakan barang, dan kondisi operasional.

Anda dapat mengunjungi halaman cek ongkir Insan Cargo untuk memperoleh referensi tarif dan berkonsultasi mengenai kebutuhan dokumen, estimasi waktu, serta pilihan pengiriman yang sesuai.

CS Dina web

Marketing Insan Cargo

Tim pemasaran PT Paket Insan Kargo yang berbagi informasi, panduan, dan tips seputar ekspedisi cargo darat, laut, udara, jasa pindahan, pengiriman kendaraan, serta solusi logistik untuk kebutuhan pribadi dan bisnis.

Baca Juga